Small Business


Monday

Wadi Hanifa Oasis Di Tengah Kota

hadi-hanifa-saya-suka-travelling


Bagaikan di cerita seribu satu malam, konon terdapat oasis di tengah padang pasir yang gersang hingga dapat menyelamatkan para musafir yang kehausan. Tapi apakah oasis itu sungguh ada atau hanya fatamorgana para musafir saja. Ternyata oasis itu benar adanya tetapi tidak di tengah gurun pasir tapi di tengah ibukota Arab Saudi, Riyadh. Oasis itu mungkin tidak menyelamatkan kehausan di tengah padang pasir, tetapi menyelamatkan jiwa dari stressnya kehidupan ibukota karena kenyamanan yang ditawarkannya. Oasis itu berupa lembah, Wadi Hanifah. Wadi Hanifah adalah lembah yang memanjang hingga 120 km (75 mil) dari utara ke selatan, memotong tepat ditengah kota Riyadh, ibukota Arab Saudi. Lembah ini mengambil nama dari suku Arab kuno Bani Hanifah, yang merupakan suku utama di daerah tersebut. Ada banyak kota dan desa yang terletak di sepanjang lembah tersebut, diantaranya Uyaynah, Jubaila, Irqah, Diriyah, dan Ha’ir. Pemerintah kota Riyadh sangat menyadari bahwa kehidupan kota Riyadh yang super sibuk dan tingkat stres yang tinggi membutuhkan suasana alam yang mampu memberikan ketenangan dan penjernihan pikiran sebelum beraktivitas kembali. Wadi Hanifah adalah salah satu solusi untuk tetap menjadikan warga Saudi tetap segar diakhir pekan. suasana Wadi Hanifah yang diiringi oleh bunyi gemericik air yang sangat indah. Danau Wadi Hanifah yang dikelilingi oleh pohon kurma. Suara gemericik air sepanjang Wadi Hanifah diyakini mampu menghadirkan suasana tetang, nyaman dan damai. Tak terasa seharian menikmati indahnya wadi Hanifah yang diiringi dengan irama gemericik air. Liburan akhir pekan di Wadi Hanifah pun ditutup dengan terbenamnya matahari di ufuk barat. Sungguh suasana yang sangat indah yang menunjukkan kebesaran Sang Maha Pencipta dan layak untuk kunjungan objek wisata.


Pemerintah Arab terus mengupayakan proyek-proyek agar Wadi Hanifah menjadi oasis yang lebih baik. Upacara pembukaan Proyek Rehabilitasi Hanifah Wadi diatur berlangsung pada hari Senin di hadapan Gubernur Riyadh Pangeran Salman, ketua Komisi Tinggi untuk Pengembangan ArRiyadh, yang bertanggung jawab atas proyek besar untuk memulihkan Wadi bersejarah itu . Presiden ArRiyadh Development Authority (ADA), Engr. Abdullatifbin Abdullah Malik Al Asheikh kata "proyek tidak hanya akan menarik pengunjung yang ingin travelling tetapi juga baik untuk lingkungan."


Proyek ini meliputi pembangunan bendungan dan mengatur aliran air untuk melestarikan lahan basah Wadi itu. Langkah ini juga akanmembatasi aktivitas komersial dan penggunaan lahan di salah satu ruang beberapa Riyadh hijau alami. Beberapa bagian dari Wadi 120-kilometer telah menjadi tujuan akhir pekan populer untuk piknik keluarga. Al-Sheikh mengatakan ADA memutuskan untuk melaksanakan proyek karena proses urbanisasi "besar yang telah terjadi di ibu kota Kerajaan selama bagian akhir dari abad yang lalu ketika nilai strategis Wadi yang berkurang dalam menghadapi kemajuan ekonomi, industri, komersial dan pertanian. " Al-Sheikh mengatakan ADA telah memulai langkah-langkah untuk area bersih terkait dengan Wadi. Wadi ini dinamai suku Bani Hanifah kuno yang dihuni Wadi di jaman sebelum Islam ketika daerah tersebut menerima curah hujan lebih dari hari ini. Suku ribut awalnya menentang bangkitnya Khalifah Abu Bakar , tapi kemudian berjanji perdamaian dan bergabung dengan negara Islam baru. Pasti sungguh nikmat jika ibukota negara kita tercinta juga memiliki oasis seperti ini.(hny)

No comments:

Kata-kata Hikmah..! Jelang Pemilu, Jangan Golput ! Di Pemilu 2009