Small Business


Monday

Jogjakarta, never ending story of holiday...

Pulang ke kotamu,....ada setangkup haru dalam rindu...
Masih seperti dulu, setiap sudut menyapaku bersahaja, penuh selaksa makna...
Agaknya, syair dari lagunya Kla Project ini tepat banget untuk menggambarkan kota kecil ini. Jogjakarta.Kota yang penuh kebersahajaan dan keramahan, paling gak itu yang saya rasakan ketika menghabiskan 6 tahun masa kuliah dulu. Ihiks, buka kartu...kuliahnya kelamaan, 6 tahun. Itu karena saya teramat mencintai Jogjakarta, jadinya gimana gitu....hehehe.
Untuk wisata alam, ada beberapa tempat yang bisa jadi pilihan liburan keluarga. Misalnya, wisata pantai. Pantai yang terkenal di Jogjakarta adalah Pantai Parang Tritis yang terkenal juga dengan kleniknya, Kanjeng Ratu Roro Kidul. Ada juga Pantai Baron yang juga menawarkan keindahan alam dan masih lebih bersih dibanding pantai Parang Tritis. Di Pantai Baron, kita masih bisa berenang di bibir pantai, karena ada sebuah muara kecil tempat pertemuan antara sungai dan laut. Kalau sedang tidak pasang, biasanya banyak pengunjung yang berenang di daerah pertemuan sungai dan laut ini. Tapi kalau sedang pasang....biasanya petugas melarang pengunjung untuk berenang, dikarenakan gelombang ombaknya yang begitu besar dan sangat berbahaya.
Untuk bisa menuju pantai ini pun jalan yang ditempuh amat menantang. Dari kota jogja menuju pantai Baron diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Jalannya pun berliku, naik turun gunung dan lembah. Karena memang lokasinya melewati daerah gunung kidul yang letak dan jalannya berliku-liku dan naik turun.
Masuk Gerbang Pantai, kita akan dikenakan retribusi tiket sebesar Rp. 4000/orang. Setelah itu kita akan dihadapkan pada pertigaan jalan yang menunjukan jalan menuju pantai Kukup, pantai Drini, dan pantai Baron. Pantai Drini memiliki pemandangan yang indah, namun sangat berbahaya jika ingin berenang di sana. Pantai yang indah dan masih aman untuk renang adalah pantai Baron. Di pantai ini juga banyak kita temui warung-warung yang menyediakan wisata kuliner seafood. Kita bisa memilih sendiri lauk apa yang ingin kita beli, biasanya sudah dalam keadaan matang dan siap makan dalam keadaan hangat. Ada udang goreng tepung, ikan tongkol goreng, peyek undur-undur dan peyek rumput laut. Semua dipatok dengan harga yang terjangkau.
Liburan di jogja belum lengkap kalau belum ke Malioboro. Pusat dan jantungnya wisata belanja di Jogjakarta. Berbagai pernak-pernik oleh-oleh bisa kita temui di sini dengan harga yang variatif sesuai dengan kualitas. Untuk kualitas sedang, kita bisa membelinya di sepanjang jalan Malioboro atau minta diantar saja oleh tukang becak yang biasanya juga tak segan menawarkan jasa untuk mengantarkan ke pusat oleh-oleh dan batik yang tersebar di sekitar kawasan Malioboro.
Malioboro ini selalu ramai dengan wisatawan, terlebih saat musim liburan tiba. Travel agen pun berlomba memberikan promo-promo paket wisata murah. Hotel-hotel full booked sejak sebulan sebelum liburan. Apalagi hotel di kawasan Malioboro dan sekitarnya....kebanyakan sudah dibooked jauh hari sebelum liburan tiba.
Tempat wisata kuliner di Jogja pun beragam, dari yang murah meriah sampai yang mahal lengkap di sini. Di kawasan Kaliurang dekat kampus UII, ada kuliner soto boyolali yang mematok harga Rp. 3000/porsinya. Atau bakmi godog yang ada di sepanjang jalan gedong kuning dengan harga Rp. 7000/porsinya. Mau nyobain gudeg Yu Djum yang terkenal enak??? Ada di kawasan Wijilan, dekat Plengkung Gading, harga variatif sesuai dengan lauk yang dipilih. Karena gudeg ini gudeg kering, gudeg ini pun cocok sekali untuk dijadikan oleh-oleh. Di setiap kemasannya, dilengkapi petunjuk penghangatan gudeg agar gudeg ini bisa tahan untuk beberapa hari.
So, jangan ragu untuk liburan di Jogja yah, walau dengan budget terbatas, masih bisa menikmati liburan juga kok. Kalau ragu-ragu, tanya deh travel agen terdekat, biasanya mereka juga menyiapkan paket liburan yang bisa disesuaikan dengan budget kita.

No comments:

Kata-kata Hikmah..! Jelang Pemilu, Jangan Golput ! Di Pemilu 2009